Mengenal Tradisi Hoo Hap Hwee, Warisan Budaya Tionghoa yang Bertahan 119 Tahun di Yogyakarta

KitaSukaIndonesia, YOGYAKARTA–Perayaan ulang tahun ke-119 Hoo Hap Hwee Yogyakarta berlangsung meriah melalui Malam Kesenian dan Ramah Tamah yang digelar di Perkumpulan Budi Abadi (Hoo Hap Hwee), Jalan Bintaran Wetan Nomor 19, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Minggu, 6 September 2026 malam.

Hajatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Hoo Hap Hwee sekaligus memperkuat silaturahmi dan menjaga keberadaan seni serta budaya Tionghoa di tengah kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Sekitar 300 orang hadir dalam acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, seniman, komunitas Tionghoa, anggota perkumpulan hingga masyarakat umum.

Malam kesenian semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Tarian khas Kalimantan menjadi salah satu sajian yang ditampilkan kepada para tamu.

Selain itu, pertunjukan Rampak Tambur turut memeriahkan acara. Suasana semakin meriah ketika atraksi Tari Naga dan Barongsai ditampilkan oleh anggota serta binaan Perkumpulan Budi Abadi (Hoo Hap Hwee) Yogyakarta.

Ketua Perkumpulan Budi Abadi (Hoo Hap Hwee) Yogyakarta, Drs. Tandean Harry S., mengatakan peringatan ulang tahun ke-119 tersebut tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang perkumpulan sekaligus menjaga keberlanjutan budaya.

“Kegitan malam ini merupakan kegiatan yang tidak hanya sekedar ulang tahun ke 119 Perkumpulan Budi Pekerti tetapi yang terpenting sebagai ajang silaturahmi lintas komunitas serta menjaga keberlangsungan budaya,” ujar Tandean Harry.

Menurutnya, keberadaan Hoo Hap Hwee selama lebih dari satu abad menunjukkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian dalam mempertahankan warisan budaya agar tetap hidup dan dapat dikenalkan kepada generasi penerus.

Seperti dikutip dari DiswayJogja, Hoo Hap Hwee merupakan perkumpulan masyarakat Tionghoa di Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Perkumpulan ini dikenal sebagai wadah kebersamaan sekaligus ruang untuk menjaga dan mengembangkan berbagai tradisi serta kesenian yang diwariskan antargenerasi.

Dalam perkembangannya, kegiatan Hoo Hap Hwee tidak hanya berkaitan dengan kehidupan internal perkumpulan, tetapi juga menjadi bagian dari keberagaman budaya yang tumbuh di Yogyakarta.
Pertunjukan Barongsai, Tari Naga dan berbagai kesenian yang ditampilkan dalam perayaan HUT ke-119 menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana tradisi tersebut terus dirawat.

Bagi masyarakat Yogyakarta, keberadaan tradisi seperti Hoo Hap Hwee turut memperlihatkan bagaimana berbagai kebudayaan dapat hidup berdampingan. Tradisi Tionghoa menjadi salah satu bagian dari mozaik budaya Yogyakarta yang terus berkembang bersama budaya masyarakat lainnya.

Perayaan HUT ke-119 Hoo Hap Hwee pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi lintas komunitas.

Semangat menjaga warisan budaya, memperkuat kebersamaan dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda menjadi pesan penting dari perayaan tersebut. *

Pos terkait