KitaSukaIndonesia, MERAUKE-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mendorong pelestarian nilai-nilai budaya di daerah ini melalui Festival Kali Maro di Dusun Serapuh, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke pada 1-5 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan Paskalis Prayitno dalam siaran pers seperti dilansir antara, Jumat, 3 Oktober 2026 mengatakan salah satu upaya dilakukan pemerintah daerah untuk melestarikan budaya, melalui kerja sama dengan Yayasan Kali Maro Bangkit dalam rangka melestarikan budaya dan adat Marind.
“Kerja sama ini juga sekaligus mengenang seluruh proses memanusiakan manusia yang telah dilakukan oleh para misionaris pada masa terdahulu di wilayah ini,” katanya.
Dia menjelaskan Papua Selatan memiliki empat kabupaten, yakni Boven Digoel, Asmat, Mappi, dan Merauke sehingga pemerintah daerah berkewajiban membina, menjaga, dan mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya sebagai salah satu bagian dari kekayaan dan identitas masyarakat setempat.
Selain Festival Kali Maro, pada 6-7 Oktober 2026 akan dilaksanakan Festival Budaya Pokman di Kabupaten Asmat yang telah dikenal luas hingga tingkat internasional.
Selain itu, di Kabupaten Merauke terdapat Festival Lima Raja Tifa dan Kabupaten Mappi ada Festival Sejuta Rawa.
Oleh karena itu, pihaknya berharap, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya di empat kabupaten tersebut.
Dia menambahkan Festival Kali Maro telah masuk dalam 125 ajang terbaik Kharisma Event Nusantara (KEN).
Dia mengharapkan festival di tiga kabupaten lain dapat memperoleh kesempatan yang sama.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta masyarakat adat agar kegiatan budaya dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan menjadi ajang yang semakin berkualitas,” katanya.
Pihaknya berharap, ajang tersebut menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkenalkan kekayaan budaya Marind, sekaligus membawa pesan damai bagi seluruh masyarakat. *






