KitaSukaIndonesia, BATANG-Sendratari Wanara Alas Roban 2026 telah sukses digelar pada 20 September 2026 di Amfiteater Helipad, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Gelaran ini terselenggara berkat kolaborasi dan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Komisi VII DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, serta Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Batang.
Mengangkat cerita lokal Alas Roban melalui sosok Wanara, gelaran ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Batang melalui seni pertunjukan.
Bagi kamu yang melewatkan event tersebut, berikut sejumlah hal menarik dari pelaksanaan Sendratari Wanara Alas Roban 2026 seperti dilansir di situs resmi kemenpar.go,id.
1. Sukses Datangkan 2.500 Pengunjung
Pelaksanaan Sendratari Wanara Alas Roban 2026 berhasil menarik sekitar 2.500 pengunjung. Berdasarkan data dari pihak penyelenggara, sebanyak 2.400 merupakan wisatawan domestik, sementara 100 lainnya berasal dari mancanegara.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak siang hari ketika berbagai pertunjukan seni mulai digelar hingga malam saat pertunjukan utama berlangsung.
Kehadiran wisatawan dari berbagai daerah, termasuk mancanegara, menunjukkan bahwa Sendratari Wanara Alas Roban 2026 memiliki daya tarik sebagai atraksi budaya.
Meski baru pertama kali digelar, event ini mendapat sambutan positif sekaligus membuka peluang pengembangan Batang sebagai destinasi wisata budaya di Jawa Tengah.
2. Angkat Legenda Alas Roban Melalui Pertunjukan Seni
Salah satu daya tarik dalam event ini adalah sosok Wanara. Sosok tersebut menjadi simbol kesetiaan terhadap tanah kelahiran, keberanian membela kebenaran, dan kepedulian terhadap alam.
Kisah Wanara tersebut hadir dalam gelaran yang mengusung tema Penjaga Hutan, Penjaga Peradaban, yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang terus berkembang tanpa meninggalkan hubungan dengan alam dan budaya lokal.
Cerita lokal tersebut kemudian diangkat melalui pertunjukan seni yang merupakan hasil kolaborasi berbagai kelompok seni dan komunitas. Kolaborasi tersebut melibatkan Sanggar Seni Sahitya, Sanggar Sekar Jangkep, Sanggar Seni Prastikasmara, Sanggar Merti Desa, Sanggar Jagadhita, GANDEWA (Gerakan Pendadar Wawasan Seni dan Sastra), Sanggar Putra Budaya, The Funtastic Beach Safari Batang, serta Tata Naluri.
Pada penampilan tersebut, sebanyak 500 pekerja seni turut ambil bagian untuk memeriahkan gelaran Sendratari Wanara Alas Roban 2026.
Melalui pertunjukan tersebut, pengunjung dapat mengenal cerita lokal Alas Roban sekaligus melihat bagaimana kisah Wanara diterjemahkan ke dalam seni pertunjukan. Dalam rangkaian pelaksanaan Sendratari Wanara Alas Roban 2026, turut digelar peresmian Industropolis Park dan Bukit Srawung.
Kehadiran ruang publik dan destinasi wisata baru tersebut diharapkan dapat menjadi magnet pariwisata baru di Kabupaten Batang sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menikmati kegiatan rekreasi dan berbagai aktivitas di kawasan Industropolis Batang.
3. Kembang Api Jadi Penutup Gelaran Wanara Alas Roban
Menjelang akhir acara, suasana di Amfiteater Helipad Industropolis Batang semakin meriah. Sorotan lampu dan laser mulai memenuhi area setelah para penampil menyelesaikan pertunjukan mereka.
Suasana semakin meriah dengan flashmob yang melibatkan para pengunjung, sebelum ditutup kembang api yang menghiasi langit malam. Cahaya warna-warni di atas kawasan Industropolis Batang menjadi penanda berakhirnya gelaran Sendratari Wanara Alas Roban 2026. Momen tersebut sekaligus menjadi penutup yang meriah setelah berbagai pertunjukan seni dan aktivitas selama acara berlangsung.
4. Libatkan 58 UMKM, Perputaran Uang Capai Rp 900 Juta
Sendratari Wanara Alas Roban 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal.
Sebanyak 58 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berpartisipasi dengan menghadirkan beragam produk mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, hingga kopi.
Kehadiran UMKM turut melengkapi pengalaman pengunjung selama event berlangsung. Pengunjung yang datang dapat menikmati pertunjukan sekaligus membeli berbagai produk UMKM yang tersedia di lokasi.
Selama acara berlangsung, pihak penyelenggara mencatat perputaran uang mencapai Rp900 juta. Gelaran ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar sekaligus memperkuat fungsi kawasan Industropolis Batang sebagai ruang bagi kegiatan seni, budaya, dan rekreasi masyarakat.
Itulah beberapa ulasan singkat dari gelaran pertunjukan budaya Sendratari Wanara Alas Roban 2026. Bagaimana? Cukup seru dan menarik, ya? Ingin tahu informasi seputar destinasi wisata, event, dan beragam fakta menarik di dalamnya? Kunjungi akun Instagram resmi @eventbyindonesia, ya! *






