Festival Danau Sentani XV Sedot 147 Ribu Pengunjung, Perputaran Uang Tembus Rp1,2 Miliar

KitaSukaIndonesia, JAYAPURA- Festival Danau Sentani XV/2026 mencatatkan transaksi ekonomi hingga Rp1,2 miliar dengan total kunjungan mencapai 147 ribu wisatawan. Gubernur Papua Mathius Fakhiri, Sabtu 6 September 2026 menutup perhelatan yang mengangkat tema “Budayaku adalah Hidupku” tersebut.

Pemprov Papua menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Jayapura, panitia, masyarakat adat, seniman, budayawan, serta para pelaku usaha yang menyukseskan acara ini.

“Selama rangkaian festival, kita telah menyaksikan berbagai kegiatan yang menunjukkan bahwa Danau Sentani bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang hidup, ruang budaya, dan ruang perjumpaan bagi seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Papua maupun Tanah Papua,” ujar Fakhiri dalam sambutannya seperti dilansir tribunnews.com.

Rangkaian acara FDS XV menyajikan berbagai atraksi kreasi daerah, tari tradisional, musik suling tambur, pameran budaya, serta partisipasi aktif dari kampung dan distrik.

Puncak acara turut diwarnai dengan penyerahan sertifikat kekayaan intelektual kepada para pelaku usaha dan komunitas seni lokal.

“Hal ini penting, sebab kita ingin kebudayaan tidak hanya ditampilkan untuk ditonton, tetapi juga dilindungi, dikembangkan, dihargai, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Fakhiri.

Mantan Kapolda Papua itu menegaskan bahwa kebudayaan merupakan identitas bangsa dan pendorong ekonomi lokal.

Ia mengajak generasi muda Papua untuk terus melestarikan warisan tradisi leluhur di tengah arus modernisasi.
“Budaya bukan sekadar warisan leluhur yang disimpan, melainkan milik yang harus kita hidupkan dalam keseharian. Budaya adalah identitas kita, menjadi jembatan untuk mempersatukan generasi tua dan generasi muda, sekaligus menjadi kekuatan untuk menghadapi perubahan zaman,” tutur Fakhiri.

Ia mengimbau anak muda Papua agar proaktif mempelajari kearifan lokal daerahnya. “Karena itu, saya mengajak generasi muda Papua untuk tidak malu mengenal budayanya. Pelajari bahasa, seni, cerita rakyat, nilai-nilai agama, kerajinan, musik, dan berbagai kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur,” ucap Fakhiri.

Fakhiri menambahkan bahwa perhelatan FDS XV menjadi bukti nyata integrasi harmonis antara kelestarian seni dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.
Festival Danau Sentani XV Sedot 147 Ribu Pengunjung, Perputaran Uang Sentani Tembus Rp1,2 Miliar

“Ketika para pelaku ekonomi kreatif, seniman, komunitas, dan masyarakat lokal diberikan ruang, maka budaya dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus sumber penghidupan,” lanjutnya.

Ia berharap FDS terus berkembang menjadi gerakan kebudayaan yang berkelanjutan di Tanah Papua.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari Festival Danau Sentani ke-15 Tahun 2026,” pungkasi Gubernur Papua tersebut.

Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda melaporkan bahwa lonjakan pengunjung menunjukkan tingginya daya tarik pariwisata kawasan Danau Sentani.

“Total 147 ribu sekian yang hadir di tempat ini,” ungkap Yunus.

Aktivitas perdagangan selama festival berlangsung berhasil menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar kawasan Kalkhote.

“Peredaran uang yang terjadi sejak pra-event sampai tanggal 29, tanggal 3 dan terakhir hari ini tanggal 5, hampir Rp1,2 miliar lebih. Itu peredaran uang di lokasi Kalkote,” jelas Yunus.

Transaksi ekonomi selama festival didorong oleh penjualan kuliner khas, produk UMKM, kerajinan tangan, serta pemenuhan kebutuhan wisatawan di area FDS XV. *

Pos terkait