KitaSukaIndonesia, KEPULAUAN RIAU-September menjadi bulan yang padat agenda budaya di Kepulauan Riau. Empat kegiatan di Bintan, Batam, dan Tanjungpinang disiapkan untuk memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menempatkan agenda budaya sebagai salah satu cara menjaga momentum pertumbuhan pariwisata. Atraksi yang disiapkan tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mempertemukan wisatawan dengan tradisi dan kehidupan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi pelaku ekonomi lokal.
“Dengan rangkaian kalender pariwisata ini, kami optimistis pariwisata Kepri terus tumbuh,” kata Hasan di Tanjungpinang, Selasa (1/9) seperti dilansir gokepri.com.
Rangkaian agenda dimulai dengan Kenduri Budaya Bintan pada 2-5 September 2026 di Akau Taman Kota Kijang, Kabupaten Bintan. Kegiatan ini menawarkan pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Agenda kemudian berlanjut dengan Festival Moon Cake di K-Square Mall, Batam, pada 11-24 September. Festival tersebut menjadi bagian dari gambaran keberagaman budaya yang tumbuh berdampingan di Kepri.
Pada 14-20 September, giliran masyarakat pesisir mendapat ruang melalui Gebyar Masyarakat Pesisir di Kota Tanjungpinang.
Kegiatan ini mengangkat kehidupan masyarakat pesisir sebagai bagian dari identitas pariwisata daerah.
Rangkaian agenda September ditutup dengan Pawai Lampion pada 24 September di Tanjungpinang. Cahaya lampion yang menghiasi kota menjadi atraksi visual yang dapat dinikmati wisatawan sekaligus masyarakat. *





