FPSL 2026, Angkat Kekayaan Budaya, Potensi Maritim dan Kreativitas Masyarakat Kota Bitung

KitaSukaIndonesia, BITUNG— Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL)  2026 digelar di Satrol Kodaeral VIII, Bitung, Sulawesi Utara, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kota Bitung.

Festival ini menghadirkan beragam atraksi, mulai dari sailing pass dan Marpolex hingga tari kolosal serta pagelaran budaya yang menampilkan kekayaan tradisi daerah. Festival Pesona Selat Lembeh merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan Kota Bitung yang menampilkan kekayaan budaya, potensi maritim, dan kreativitas masyarakat.

Penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan potensi daerah.Mengusung tema “Together in Harmony” mencerminkan semangat kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan dalam keberagaman.

Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung kemajuan pariwisata serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.Melalui kehadiran dalam Festival Pesona Selat Lembeh 2026, diharapkan memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menciptakan iklim yang aman dan kondusif bagi pengembangan pariwisata, investasi, dan perekonomian masyarakat.

Diharapkan, Festival Pesona Selat Lembeh dapat terus menjadi sarana promosi pariwisata yang memperkuat citra Kota Bitung dan Provinsi Sulawesi Utara sebagai destinasi unggulan, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional.Puncak Festival Pesona Selat Lembeh digelar Minggu, 11 Oktober yang dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekprov Sulut, Fransiscus Manumpil, Walikota Kota Bitung, Hengky Honandar, para bupati/walikota Se-Sulut, Kepala Kejaksaan Negeri Bitung dan jajaran Forkopimda Kota Bitung. *

^joseph paschal

 

 

Pos terkait