KitaSukaIndonesia, TOMOHON-Gelaran akbar, Tomohon International Flower Festival atau TIFF 2026 yang belum lama usai tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Kehadiran para wisatawan dinilai turut memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha. Salah satunya, para petani dan pelaku perkebunan bunga yang menjamur di Tomohon.
Saat TIFF 2026 menghentak, permintaan bunga meningkat tajam karena banyak bunga digunakan untuk kendaraan hias, dekorasi, hingga berbagai kebutuhan acara yang menghebohkan itu.
Dampak TIFF 2026 yang digelar di Kota Tomohon, 8-12 Agustus 2026 itu juga dirasakan sektor pariwisata. Meroketnya jumlah wisatawan membuat hotel, restoran, transportasi, hingga usaha kecil di sekitar lokasi acara ikut mendapat manfaat.
Tak hanya wisatawan domestik, TIFF 2026 juga menarik minat wisatawan mancanegara. Mereka datang untuk menyaksikan langsung kemeriahan festival bunga, sekaligus menikmati wisata di Kota Tomohon dan daerah lain di Sulawesi Utara.
Meningkatnya aktivitas ekonomi selama TIFF 2026 menjadi nilai tambah. Karena itu, TIFF diharapkan tak hanya menjadi festival tahunan, tetapi juga terus menjadi penggerak pariwisata dan perekonomian Sulawesi Utara.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar yang menghadiri TIFF, 8 Agustus mengapresiasi Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.
Event tersebut menunjukkan komitmen Kota Tomohon dalam membawa identitas lokal berbasis florikultura ke panggung internasional.
“Festival ini menjadi satu cara untuk melihat bahwa satu kota kecil seperti Tomohon bisa mendunia, bukan hanya sebagai kota bunga tapi kota yang punya specialty seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri. Saya berharap kedepannya kita bisa melihat lebih banyak lagi teman-teman dan turis-turis mancanegara dan domestik yang datang ke sini,” kata Wamen Ekraf saat menghadiri pembukaan TIFF 2026 di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8).
Festival yang hadir tiap tahun sejak 2008 ini menampilkan tournament of flowers yaitu parade 35 kendaraan yang dihiasi bunga-bunga segar dari para petani lokal. Selain itu terdapat pula pameran pariwisata, pentas seni budaya, serta pemberdayaan bisnis lokal untuk mempromosikan Tomohon sebagai kota bunga.
“_Impact_-nya tentu banyak. Orang datang ke sini bukan hanya nonton festival tetapi juga ada business to business (B2B) matching , trade , dan investment yang terjadi di sini,” ujar Wamen Ekraf. *
^joseph paschal





