Kawasan Wisata Wae Rebo dan Nuca Wolas Ditutup Sementara, Imbas Gempa NTT

KitaSukaIndonesia, NAGEKEO-Dunia pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur terguncang.  Pasca gempa bumi hebat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (15/8/2026) menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah dan menyebabkan banyak warga menjadi korban. Hingga saat ini, proses penanganan dan pencarian masih berlangsung di tengah kondisi sejumlah bangunan yang terdampak gempa.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 69 orang dilaporkan meninggal dunia dan 292 orang mengalami luka-luka. Kerusakan juga tercatat pada ribuan rumah, terdiri dari 1.543 unit rusak berat, 328 unit rusak sedang, dan 532 unit rusak ringan. Selain rumah warga, gempa turut merusak berbagai fasilitas umum, seperti 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan.

Besarnya dampak tersebut membuat sejumlah aktivitas masyarakat dan layanan publik di wilayah terdampak perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi ini turut berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Demi memastikan keamanan wisatawan, beberapa destinasi memilih menutup sementara kawasan wisatanya hingga situasi dinilai lebih kondusif.

Berikut Dua Destinasi Wisata yang Tutup 

Desa Wisata Wae Rebo menjadi salah satu destinasi yang menutup sementara kunjungan wisatawan setelah gempa mengguncang Flores. Keputusan tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @waerebo.official pada Minggu (16/8/2026).

Penutupan dilakukan akibat potensi longsor di jalur pendakian menuju ke kawasan Wae Rebo. Jalur tersebut menjadi satu-satunya akses utama wisatawan untuk mencapai desa adat yang berada di kawasan pegunungan tersebut.

Dalam pengumumannya, pengelola menegaskan bahwa keselamatan wisatawan dan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Kawasan Wae Rebo baru akan kembali menerima kunjungan setelah kondisi jalur pendakian dinyatakan aman.

Tak hanya itu, pengelola juga menyampaikan bahwa getaran gempa masih dirasakan di sekitar kawasan pada Minggu. Situasi tersebut membuat pemantauan kondisi alam dan jalur pendakian perlu terus dilakukan sebelum aktivitas wisata dapat kembali berjalan.

Oleh karena itu, wisatawan yang sudah memiliki rencana berkunjung ke Wae Rebo sebaiknya menunda perjalanan terlebih dahulu dan menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali kawasan. Jangan memaksakan diri untuk melakukan pendakian ketika kondisi jalur belum dinyatakan aman.

 Selain Wae Rebo, Wisata Bahari Nuca Molas di Kabupaten Manggarai juga ditutup sementara setelah gempa. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan wisatawan. Penutupan dilakukan setelah adanya potensi tsunami yang menjadi perhatian pascagempa.

Nuca Molas sendiri merupakan salah satu destinasi bahari yang cukup ramai dikunjungi, terutama saat musim liburan. Dengan kondisi tersebut, pengelola memilih untuk menghentikan sementara aktivitas wisata agar tidak membahayakan pengunjung maupun masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan Nuca Molas akan kembali dibuka. Pengelola masih menunggu kondisi benar-benar aman, karena gempa susulan masih terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan pengelola, laporan BMKG menunjukkan bahwa jumlah gempa susulan telah mencapai sekitar 700 kejadian. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan untuk tetap membatasi aktivitas wisata sampai situasi dinilai lebih kondusif.

Pengelola memastikan Nuca Molas akan kembali dibuka setelah kondisi dinyatakan aman. Oleh karena itu, wisatawan sebaiknya tidak datang sebelum ada informasi resmi mengenai pembukaan kembali destinasi.

Utamakan Keselamatan Saat Berwisata

Penutupan sementara Wae Rebo dan Nuca Molas menunjukkan bahwa kondisi alam perlu menjadi pertimbangan utama ketika merencanakan perjalanan, terutama setelah terjadi gempa besar. Wisatawan yang memiliki rencana mengunjungi kawasan Flores dan sekitarnya, sebaiknya selalu memantau informasi terbaru dari BMKG, pemerintah daerah, pengelola destinasi, serta pihak berwenang.

Perubahan kondisi dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk munculnya gempa susulan, longsor, maupun potensi bahaya lainnya. Untuk sementara waktu, hindari memaksakan kunjungan ke destinasi yang masih ditutup. Sebaiknya, tunggu sampai pengelola menyatakan kawasan aman dan akses wisata telah dibuka kembali secara resmi. *

#joseph paschal

 

 

Pos terkait